Tips Meningkatkan Stamina Seksual Tanpa Obat

Bookmark and Share

Banyak Penelitian yang dilakukan tentang makanan dan seksdan  sudah lama diketahui berhubungan. Ada berbagai jenis makanan yang dipercaya mampu meningkatkan libido meski secara ilmiah masih diteliti kesahihannya.

Menjaga berat badan yang ideal melalui pola makan dan olahraga sebenarnya sangat membantu kehidupan seksual seseorang. Mengonsumsi variasi makanan akan mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin dan nutrien yang penting untuk mendongkrak stamina seksual. Dengan cara ini anda tidak perlu menghabiskan uang banyak untuk membeli obat seperti viagra dan lain-lain.

- Citrulline
Citrulline adalah fitonutrien yang mendapat julukan sebagai "natural Viagra" karena bisa meningkatkan jumlah asam nitrat dalam tubuh. Asam nitrat membantu menghantar oksigen ke tubuh, melancarkan sirkulasi darah dan stamina seksual. Semangka adalah sumber citrulline terbaik.

- Vitamin E
Vitamin ini mampu meningkatkan hormon seks, ketertarikan, hasrat, dan mood. Sebagai antioksidan yang kuat, vitamin ini juga memperlambat penuaan sehingga secara tidak langsung juga berpengaruh pada hasrat seks. Penuhi vitamin E dari kacang-kacangan dan juga sayuran berdaun hijau.

- Phenylalanine
Cokelat kaya akan phenylalanine, asam amino yang meningkatkan kadar endorfin, meningkatkan mood dan berfungsi seperti afrodisiak. Sumber lain adalah almond, alpukat, nanas, dan bayam.

- Asam lemak omega-3
Baik untuk jantung, baik untuk hormon. Asam lemak omega-3 adalah lemak tak jenuh yang dimetabolisme oleh liver untuk memproduks hormon seks testosteron dan estrogen yang akan membuat gairah terdongkrak. Asam lemak ini bisa didapatkan dari ikan berlemak, kacang walnut, dan flaxseed.

- Vitamin C
Vitamin C adalah antioksidan yang menghancurkan radikal bebas sebelum mereka menurunkan level asam nitrit. Makin tinggi kadar asam nitrit, makin tinggi konsentrasi oksigen dalam darah. Cobalah rutin konsumsi makanan sumber vitamin C seperti buah beri, kiwi, dan jambu biji.

- Vitamin A
Kekurangan vitamin A berkaitan dengan menurunnya produksi hormon seks pada pria dan wanita. Bahkan efeknya bisa menyebabkan menciutnya testis dan atropi di ovarium.




sumber:livestrong

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar